Sabtu, 10 Maret 2012

Studi: Obesitas Dipicu Bakteri Usus

Sebuah artikel dalam Journal of Proteome Research mengungkap temuan yang memberi peluang untuk memerangi epidemi obesitas.

Menurut ilmuwan, bakteri yang hidup di usus besar memainkan peran memicu obesitas dengan memperlambat proses pembakaran lemak cokelat.

Lemak coklat bertanggung jawab pada proses termoregulasi dalam tubuh. Lemak ini akan mengubah kalori menjadi panas dan bisa membakar lemak putih. Studi menemukan, lemak putih banyak terdapat pada pria dewasa yang kelebihan berat badan, sedangkan lemak cokelat banyak terdapat pada wanita berusia muda.

Seperti dilansir GeniusBeauty, tim ilmuwan dari Imperial College London dan Nestle Research Center di Lausanne melakukan serangkaian percobaan dengan tikus. Satu kelompok tikus memiliki mikroflora usus normal, kelompok lainnya tidak memiliki bakteri di usus besar. Hasilnya, lemak coklat pada tikus steril lebih aktif dan membakar kalori lebih cepat.

Isu gender juga memengaruhi berat badan. Tikus jantan dengan mikroflora normal memiliki berat badan yang cenderung lebih cepat naik daripada tikus betina.

Para peneliti percaya, bahwa bakteri usus berkontribusi pada fermentasi karbohidrat yang tak sempurna. Alih-alih tercerna dan menghilangkan karbohidrat, tubuh melakukan proses penimbunan. Ketika sejumlah bakteri tidak hadir, proses metabolisme terganggu dan pada akhirnya memengaruhi pembakaran kalori di jaringan lemak coklat dan hati.

Menurut peneliti, penemuan ini diharapkan mampu membantu terciptanya cara baru memerangi obesitas yang berkaitan dengan metabolisme lemak cokelat.

Sumber: VivaNews

0 komentar:

Posting Komentar